Jumat, 10 April 2015

perjalanan

Setiap perjalanan selalu memberikan pelajaran tentang kehidupan. Aku terhanyut dalam setiap perjalanan. Pergi mengunjungi tempat-tempat baru dan asing, melangkahkan kaki jauh dari kenyamanan sehari-hari. Berinteraksi dengan orang-orang baru dan asing. Berusaha untuk menyesuaikan diri di setiap tempat di mana kakiku berpijak.

Menyusun pakaian, menjejalkan semua keperluan ke dalam tas punggung selalu membuatku semangat. Memikul bawaan berat di punggungku, dalam hati berharap kakiku dapat bersabar menghadapi setiap langkah yang penuh beban ini. Aku pun senang menggunakan berbagai macam kendaraan. Di stasiun kereta, bandara, terminal bis, aku selalu memperhatikan mereka yang melepaskan kepergian orang-orang terkasih, tangis haru dan pelukan perpisahan. Ada pula air mata bahagia dan tawa sambutan hangat saat yang ditunggu akhirnya tiba. Melihat mereka yang akan bepergian juga membuatku senang. Lalu lalang orang-orang yang membawa tas punggung berbagai ukuran, juga mereka yang menarik-narik koper.

Berjam-jam di dalam kereta api, melakukan segala kegiatan mulai dari tidur, minum, makan, main game di telepon seluler, tidur kembali, hingga punggung dan bokong mati rasa. Menikmati guncangan kereta dan suara besi-besi kereta yang saling beradu. Melihat pemandangan dari jendela, melihat hamparan sawah, perkebunan, rumah-rumah di pedesaan, birunya gunung di kejauhan. Walau melelahkan namun menggunakan kereta api memberikan sensasi yang terasa berbeda dari pada harus menggunakan pesawat. Selain itu aku merasa lebih aman jika menggunakan kereta api dibandingkan kendaraan darat seperti bis atau mobil atau juga lewat udara.

Pengalaman pertama kali naik pesawat cukup menegangkan buatku. Rasanya sepanjang perjalanan saat itu terasa menakutkan, untung saja berhasil tidur jadi tak terlalu merasakan terus menerus. Tapi semakin sering naik pesawat, kini sudah terasa lebih nyaman. Walau masih merasa khawatir setiap lepas landas dan mendarat. Menyaksikan awan-awan dari atas memang memukau sekali. Tak pernah bosan untuk menatap hamparan karpet awan atau permukaan bumi dari atas langit.

Meninggalkan rumah, pergi jauh menuju tempat asing selalu menjadi keinginanku. Rasanya menyedihkan apabila dunia sebesar ini tak dijelajahi. Begitu banyak tempat menarik dengan budaya yang beraneka ragam bisa kutemui. Berinteraksi dengan berbagai macam orang akan menambah kekayaan pengalamanku. Mencicipi aneka makanan yang tak pernah kurasakan sebelumnya.

Di perjalanan pun kita bisa mengetahui seperti apa kepribadian asli diri sendiri maupun orang lain yang menjadi rekan perjalanan. Dalam kondisi lelah, harus bekerja sama dengan teman, berpikir jernih saat menghadapi saat-saat sulit yang dihadapi diperjalanan. Mengatur keuangan agar tetap cukup. Selalu waspada terhadap orang lain dan bertanggung jawab terhadap barang pribadi. Semua itu menempah diri dan menjadikannya lebih kuat. Mendekatkan hubungan dengan rekan atau pun bisa meregangkan karena ternyata selama di perjalanan sifatnya tak cocok dengan diri kita.

Foto selalu menjadi oleh-oleh paling berharga selama perjalanan. Apalagi saat ini yang ingin mempertahankan eksistensi dalam aplikasi foto yang sedang marak digemari. Serasa tak ingin sejengkal momen terlewatkan. Oleh-oleh lain yang cukup buat malas adalah pakaian kotor saat pulang ke rumah. Juga yang biasanya dirasakan adalah rasa sedih saat kembali dari perjalanan. Rasanya seperti merindukan rumah ingin pulang tapi tak rela juga harus meninggalkan seluruh petualangan yang menyenangkan. Apa daya, isi dompet menjadi garis batasnya sejauh mana aku bisa melangkah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar