Kamis, 17 Januari 2013

ke luar angkasa

Suatu hari kumemejamkan mata sambil meringkuk dalam selimut di kasur empuk. Berusaha mengosongkan isi kepala karena sudah hampir meledak memikirkan banyak hal. Hening.. Kosong.. Sejenak aku merasakan kedamaian. Begitu tenang dan kepalaku perlahan tak terasa sakit lagi. Aku terus terbawa dalam keheningan itu. Terus terbawa hingga tubuhku terasa ringan dan melayang. Tak lagi terasa selimut ataupun kasur. Semua menjadi kosong disekitarku. Semakin aneh, lalu aku membuka mata, dan semua hilang. Aku tak lagi berada di dalam kamarku. Entah bagaimana aku sudah berada di entah-di-mana karena yang kulihat hanya gelap dan aku melayang. Perlahan mataku menyesuaikan dengan cahaya dan perlahan juga otakku baru menyadari jika aku berada di luar angkasa.

Jantung serasa berhenti berdetak. Eh.. ternyata memang tak berdetak! Apa aku sudah mati?!! Kok tak terasa apa-apa. Aku kemudian bergerak atau mungkin disebut terbang di materi kegelapan abadi itu. Banyak bintang-bintang berkerlip di atas, depan, belakang, samping kanan, kiri, dan bawahku. Aku terus bergerak, lalu perlahan muncul banyak cahaya-cahaya menakjubkan. Entah apa itu, namun aku sering melihatnya di buku-buku tentang luar angkasa ataupun foto-foto dari NASA. Cahaya merah, hijau, jingga, biru, dengan ukuran dan bentuk yang beraneka ragam.

Ada benda bulat dan besar yang kemudian kukenal sebagai bumi. Indah sekali melihatnya dari sana, berwarna biru, bercahaya tipis disekelilingnya. Begitu menyejukkan melihat bumi karena sekeliling pandangan mata hanya gelap, bebatuan meteorit, dan planet-planet lain yang tak begitu menarik warnanya. Ini perjalanan yang sangat luar biasa. Tak tau ini hanya mimpi atau memang sudah mati (karena aku cek kembali detak jantungku tetap tak ada) aku bahagia sekali dengan apa yang aku saksikan.

Banyak sekali benda-benda langit yang membuaiku. Jutaan bintang yang berformasi cantik pada sebuah galaksi maupun cahaya-cahaya unik dengan warna-warna yang tak pernah kulihat seumur hidupku. Tiba-tiba saja tubuhku berhenti terbang dan kemudian terjatuh. Rasanya mengerikan, terjatuh dengan cepat dan entah ke mana. Tubuhku kembali ke kasur dengan berbalut selimut namun sudah berkeringat dingin dan jantung yang berdegub kencang sekali. Aku kembali ke kamarku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar