Selasa, 14 Agustus 2012

begini.. begitu...

Aku nggak tau sekarang lagi ada di mana. Bukan di sebuah jalan, karena aku nggak punya tujuan. Tak juga di tempat antah berantah, karena tak merasa tersesat. Beberapa waktu ini hanya diam, mencoba menikmati hidup. Menyapa sahabat lama si monster kelaparan yang bersembunyi di dalam perutku. Membahagiakan diri dengan makan, dan makan. Dan beberapa hari yang lalu sedikit kaget karena celana mulai nggak muat. Banyak hal yang perlu kucerna sehingga membutuhkan waktu untuk sendiri. Dalam waktu singkat mengalami beberapa hal yang... ya, aneh(?) Menghadapi dunia baru dan menyandang gelar Pengangguran, ada pertemuan dengan seseorang dan berpisah dengan waktu yang begitu cepat. Semua terasa cepat, aku yang hidup dalam waktuku sendiri merasa tertinggal jauh.

Aku berterima kasih pada pengalaman pertemuan dan perpisahan itu. Aneh, aku tak merasa larut di dalamnya, seakan aku hanya menjadi penonton yang tak menikmati film dan menganggap angin lalu cerita di depan mata. Sedikit khawatir karena takut hatiku sudah mati rasa. Aku menjadikan ini sebagai media untuk mencari diriku, menceburkan jiwaku pada hal-hal yang membuatku menjadi manusia, agar tak larut dalam kesendirian. Ya, walau menurutku gagal namun ada beberapa hal yang dapat kupetik. Ketenanganku dalam menghadapi hal ini tak lepas dari masa lalu. Aku belajar, sangat-sangat belajar, semoga tak salah belajar. Usahaku dalam mencari cara menangani luka selama ini bisa kulalui, tapi ada yang aku khawatirkan. Saat diriku dihadapi dengan ketidaknyamanan dan kerumitan, aku lebih memilih bersembunyi dalam kondisi nyamanku dan menolak untuk menghadapi yang ada di depanku. Aku begitu keras menjaga hatiku agar tak lagi terluka. Tapi jadinya merasa dengan sikap ini malah dapat melukai orang lain. Entah apa yang kupelajari, semoga tak merubahku menjadi lebih jauh lagi.

Jadi Pengangguran, hmm, aku perlu gunakan huruf besar pada kata itu sebagai penghormatan pada status yang kini kusandang. Sudah puluhan hari menghabiskan hidup dalam kondisi yang sama di dalam rumah. Beruntung ada teman-temanku yang mengajak keluar sesekali. Aku bosan? Iya! Sangat! Tapi di lain sisi aku juga menikmati keadaan ini. Oh well, kapan lagi bisa tidur dan bangun semaunya, makan dan nonton tv dan semua kegiatan super malas lainnya. Seperti halnya apapun yang berlebihan akan membuatmu muak, begitu juga yang kini kuhadapi. "Cari kerja dong!" Itu kata-kata yang mulai akrab didengar kupingku dan yang dipikirkan oleh diriku sendiri. Di mana? Sebagai apa? Aku nggak punya ide. Aku sangat ingin mencari kerja yang sesuai dengan keinginanku. Pekerjaan yang membuatku bahagia, tak peduli dengan seberapa besar mereka akan menggajiku. Pekerjaan yang membuatku bangga untuk bisa hidup mandiri dan berguna untuk orang lain. Ya, menjadi orang tak berguna sangat menyedihkan rasanya. Dan aku masih belum melakukan sesuatu untuk menemukan pekerjaan itu. "Ini belum waktunya, masih belum!" Entah apa maksud pikiranku dengan bilang ini belum waktunya lah, jangan dulu lah.

Aku ingat ucapan seorang teman, kalau kita merasa mampu namun menghindari atau menolak suatu tantangan, maka saat itu sebenarnya kita kalah. Tak mau mencoba membuatmu menjadi orang tak berguna, lebih buruk dari orang yang mengalami kegagalan. Oke, cukup! Kenapa bisa inget kata-kata dia sih, kan jadi  nampar banget ini rasanya. Jadi begini lah, tanpa tujuan, tak juga tersesat. Aku tak ada di mana-mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar