Kamis, 30 Juni 2011

bye bye my hair


Malam ini mungkin jadi malam terakhir buat rambutku *hiks... Tadi sudah menimbang, memikirkan, dan memutuskan kalau besok saya akan potong rambut. Dari hati terdalam sebenarnya ga tega banget, masih mau panjangin lagi, apa daya ternyata makin ribet dan menghambat kepraktisan hidupku jadinya.

Kembali pada cita-cita luhur, sejak 20 Oktober 2010 saya berikrar untuk memanjangkan rambut. Landasannya adalah:

  1. Penasaran rasanya punya rambut panjang.
  2. Dalam hati sih ngerasa lebih cocok kalo rambutnya panjang.
  3. Sebagai penghormatan tertinggi terhadap rambutku, mengingat akan kutukan kebotakan yang mulai bisa terlihat dan cuma waktu sekarang yang memungkinkan.
Kira-kira begitulah. Yang ke-3 itu yang paling utama sebenarnya. Soalnya saya mikir waktu sekarang ini yang bisa untuk manjangin rambut, setelah magang, skripsi, lulus lalu mulai terjun ke dunia kerja, ga bakal tuh bisa manjangin rambut lagi (mungkin yah). Jadi saat ini yang paling pas dan harus dimanfaatkan.

Inginnya bertahan lebih lama sampai akhir semester depan, namun melihat kondisi tampaknya harus segera diambil langkah-langkah yang berani. Sempet deg-degan mau mutusin potong atau ga, udah kebanyang kalau waktu dipotong, saya jamin pasti bakal keringetan, soalnya gugup banget, hahaha. Rambut saya tipe yang liar, susah jinaknya. Digayain kayak apa juga susah, berlaku untuk kondisi pendek atau panjang seperti sekarang. Tentunya rambut panjang lebih parah susahnya. Kribo ga niat, lurus juga ga, kering, dan jadi rontok aje kalo rambut panjang, makin bahaya ini. Maka dari itu, cup cup muah muah ya rambut, makasih udah 8 bulanan menemani, besok kamu akan kulepaskan *hikss...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar