Selasa, 22 Maret 2011

kepingan ingatan

Beberapa malam yang lalu, disaat saya akhirnya menyerah untuk tidur dari rutinitas bergadang, terdengar sayup-sayup alunan tembang jawa, entah dari mana asalnya, mungkin bapak satpam yang bertugas menjaga di subuh hari itu. Ketika meletakkan kepala di atas bantal dan mendengarkan alunannya, kembali ingatan terbang menuju ke masa lalu, sewaktu masih di rumah lama, waktu itu mungkin masih SD atau lebih kecil lagi. Lingkungan rumah saya tidak terlalu berjauhan antar tetangganya, pemukiman sederhana lebih tepatnya. Tetangga di depan rumah suka mendengarkan tembang jawa di waktu malam. Saya sering terbangun dan mendengar tembang itu. Rasanya nyaman sekali. Alunannya yang lambat dan mendayu-dayu, didengarkan sayup-sayup di malam hari saat terbangun dari tidur, rasanya damai banget, sensasinya unik. Entahlah, mengerti lagunya tidak, darah jawa pun tidak mengalir dalam diri saya, tapi selalu menenangkan rasanya.

Selain itu, saya jadi teringat juga alunan sayup-sayup lainnya saat di sana, yaitu mendengarkan suara sholawat dari sebuah surau, yang mungkin jaraknya agak jauh dari rumah, jadinya terdengar kecil. Sholawat yang dinyanyikan seorang bapak yang sudah berumur, dengan alunan yang lambat sering juga terdengar saat saya terbangun, mungkin saat subuh. Rasanya pun sama, damai. Itu memang kenangan sepele, tapi bisa mengabadikan emosi kalau dipancing dengan suara yang menyerupai, ga bisa didapetin ditempat lain dan dirasain orang lain, hanya saya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar