Minggu, 31 Oktober 2010

drama di bumi pertiwi

Dalam minggu ini bisa dibilang Indonesia sedang menghadapi keadaan yang berat. Berbagai bencana dan kekacauan hadir satu persatu dan ramai pemberitaannya di tv. Hujan deras yang lama di Jakarta hari Senin 25 Oktober kemarin ngebuat Jakarta macet parah, orang orang di jalan selama 4-6 jam baru bisa pulang ke rumah. Ga sedikit juga yang jalan kaki karena kendaraan bener bener ga bisa bergerak. Di malam itu, di twitter, facebook, dan di media sosial lainnya, orang orang menghujat dan menyalahkan semua kekacauan itu kepada Foke si Gubernur DKI. Media juga ikut ikutan menyalahkan pemda. Buat saya agak konyol dan ga bisa diterima sama akal juga.
Banjir, kenapa bisa banjir? Dari TK sampai SMA, udah dijelasin dan diberi himbauan untuk menjaga kebersihan dan tidak buang sampah sembarangan. Jujur deh, itu kata kata udah nempel di otak semua orang dan udah bosen dengernya. Tapi tetep aja ga ada yang ngelakuin itu. Kebiasaan ga beradab manusia di Jakarta dengan buang sampah sembarangan, itu dia penyebab utamanya. Terus datanglah hujan super deras akibat anomali iklim yang makin membuat ngenes kehidupan di Jakarta. Air ga bisa ngalir, jadi kubangan di jalan raya, udah gitu kendaraan banyaknya juga gila gilaan, ya itulah penyebabnya. Mau nyalahin pemda, ga bijaksana banget. Jelas ini akibat kita semua yang ga bisa ngejaga lingkungan. Kalo saya lagi ngelewatin sungai, tiap hari sampah sampah itu di ambil sama dinas kebersihan, banyaknya beuh.. tapi hari besoknya muncul lagi. Mau di buat sungai sedalam dan selebar apapun kalo masih buang sampah di sungai ya ga akan bisa baik keadaannya. So cobalah ngerubah dari dalam diri dulu, pasti hasilnya akan lebih baik daripada hanya menghujat dan menyalahkan.

Di malam harinya sekitar jam 10 terjadi gempa besar dan menyebabkan tsunami di Kepulauan Mentawai. Sore hari tanggal 26 Oktober, gunung Merapi yang berstatus awas ternyata juga mengalami erupsi dan ngeluarin awan panas serta hujan abu, sampai sekarang masih belum aman. Banyak nyawa yang diambil dari musibah musibah itu. Kemudian ada yang berkata bahwa ini kutukan Tuhan, ini karna banyaknya dosa kita, katanya Tuhan marah, ini adalah cobaan dariNya, dan banyak lagi.
Lagi lagi saya bingung kenapa bisa sampai muncul tanggapan seperti itu. Sudah jelas bahwa ini merupakan bencana alam yang diakibatkan aktivitas alam. Lalu kenapa Indonesia selalu kena bencana? Jawabannya ya karena kita tinggal di wilayah yang tidak stabil lempengannya. Bisa dianalogikan seperti membangun rumah di tengah jalan raya. Siap siaplah dengan resikonya tertabrak mobil. Wilayah geografis Indonesia atau masyarakat yang duluan muncul? Tentulah kita sebagai orang orang yang menghuni harus beradaptasi dengan alam, bukan alam yang harus memahami manusia.
Bencana memang menyedihkan dan menyengsarakan. Namun alangkah lebih baik apabila kita tidak menyalahkan siapapun, bahkan Tuhan. Jangan memberi kesan negatif lagi kepada Sang Pencipta. Ini yang namanya kehidupan. Bencana alam tidak hanya terjadi pada saat ini. Lihatlah dan belajar dari masa lalu. Manusia hidup dari alam, namun sekarang manusia beranggapan bahwa alam memusuhi manusia. Lebih baik jika kita berdoa dan membantu mereka yang menderita daripada sibuk memikirkan kutukan dan dalang dari bencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar